Tampilan Kuku Cerminan Kesehatan Anda

jordin spark memamerkan kukunya ilustrasi

jordin spark memamerkan kukunya ilustrasi

BERLIN – Tangan dan kuku jari tangan yang terawat bukan hanya memperindah penampilan seseorang tapi juga cerminan kesehatan Anda. Diagnosa penyakit atau masalah kesehatan pada seseorang dapat dilihat dari warna atau bentuk kuku.

Menurut para pakar dermatologi, perubahan pada kuku jari tangan dapat disebabkan berbagai pengaruh dari luar. Kasus kuku yang rapuh dalam kurun waktu lama juga dapat menunjukkan kurangnya zat besi atau gangguan pada amandel.

Kuku jari tangan juga dapat banyak menceritakan tentang masa lalu pemiliknya. Jalur-jalur panjang yang tampak pada kuku bagi kebanyakan orang adalah hal biasa dan pertanda normal penuaan. Jalur melintang pada masing-masing kuku jari, seringnya merupakan dampak terjepit atau luka yang dialami masa dulu. Bercak hitam pada kuku bisa jadi berasal dari aktivitas pertukangan, jika orang terkena pukulan palu pada jarinya.

Tapi jika tiba-tiba tampak bercak hitam pada kuku harus segera memeriksakannya ke dokter. Bercak pada daging kuku dapat berkembang melanoma atau kanker kulit, dan itu mula-mula tampak seperti bercak. Kadang-kadang sama sekali tidak tampak bercak dan hanya seperti jalur coklat yang tumbuh memanjang bersama kuku. Itu bisa tahi lalat yang tidak berbahaya. Tapi itu juga bisa melanoma yang tumbuh di bawah kuku.

Bercak putih atau garis pada kuku tidak membahayakan. Daging kuku yang terluka sedikit akan pulih kembali. Tapi tidak hanya warna kuku yang dapat berubah, melainkan juga bentuknya. Ada kuku yang tampak cembung seperti kaca jam atau hippocratic nail. Pada hippocratic nail, bentuk kuku menjadi cembung dan ini kadang menunjukkan pertanda gangguan hebat pada sirkulasi jantung atau penyakit paru-paru.

Para pakar dermatologi menganjurkan siapa yang ingin merawat kondisi kukunya, tidak perlu terpengaruh oleh janji-janji menggiurkan dari iklan. Kuku Anda tidak memerlukan tambahan vitamin seperti biotin atau zat mineral lainnya.

Pssttt satu lagi…tidak terlalu banyak bahan kimia atau mineral yang mengenai kuku, jauh lebih bermanfaat bagi kuku Anda.

Advertisements

Waspadai Kontaminasi Racun Tikus di Jajanan Anak

jajanan anak

jajanan anak

Orang tua murid perlu mewaspadai jajanan di sekolah karena sebagian jajanan terkontaminasi dan mengandung bahan berbahaya. Bahan berbahaya tersebut di antaranya racun tikus, antinyamuk, dan pewarna tekstil. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan, Kecakapan Hidup dan Kesehatan Kementerian Pendidikan Nasional Abdul Syukur Majid.

“Racun tikus salah satu bahan berbahaya yang dapat mengkontaminasi jajanan murid di sekolah. Selain itu ada semprot (anti) nyamuk, dan pewarna tekstil,” kata Abdul Syukur saat melakukan sosialisasi kantin sehat di SD Negeri IKIP 1 Jl AP Petta Rani Gunung Sari Makassar, kemarin.

Kontaminasi racun tikus dapat melalui tikus yang telah diracun, kemudian menyentuh makanan yang akan dijajakan.

Antinyamuk mengontaminasi jika disemprotkan di dekat makanan, sementara pewarna tekstil sering dipakai menggantikan pewarna makanan.

“Makanan yang warnanya mencolok itu biasanya pewarnanya pewarna tekstil. Murid biasanya suka warna mencolok,” lanjut Abdul Syukur.

Kontaminasi bahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan kematian. SD Negeri IKIP 1 mendapat bantuan Rp 25 juta untuk pendirian kantin sehat.

44 Persen Jajanan Anak Bahayakan Kesehatan

jajan

jajan

JAMBI – Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih membenarkan pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan pusat yang menyebut hampir separo atau 44 persen jajanan anak di pasaran tidak sehat dan banyak mengandung zat aditif (unsur tambahan).

“Inilah kenyataanya, 44 persen jajanan anak yang diperjualbelikan itu tidak sehat dan tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Menkes usai meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden mattaher Jambi, Jumat.

Menurut dia, jajanan tidak sehat ini berasal dari industri rumah tangga. Jajanan-jajanan di sekolah tersebut tidak sehat lagi karena tidak seteril dalam pembuatannya. Ini dikarenakan bukan dilakukan oleh profesional melainkan industri rumahan yang mayoritas dilakukan ibu rumah tangga, yang diduga menggunakan zat pewarna tekstil.

Oleh karena itu, hal ini harus terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, sebab penggunaan zat pewarna tekstil tersebut berbahaya untuk dikonsumsi, jika penggunaanya berlebih bisa menyebabkan keracunan.

Selain itu, penggunaan zat adiktif yang berbahaya dapat mengganggu asupan gizi anak bangsa. Beberapa bahan pengawet dan pewarna seperti formalin, boraks, zat pewarna rodhamin B dan methanyl yellow disebut masih banyak digunakan oleh produsen makanan anak ini.

Hasil ini diketahui dari penelitian BPOM bersama Kemenetrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) serta Institut Pertanian Bogor dalam survei di beberapa beberapa kantin sekolah. Fakta mengejutkan, dari ribuan kantin sekolah yang dijadikan sampel hanya 0,9 persen saja yang menjadi jajanan sehat. Ini masalah serius yang harus dicermati semua pihak, seluruh instansi dan komponen masyarakat, kata Menteri.

Ia mengemukakan, resiko kesehatan yang ditimbulkan akibat jajanan yang tidak aman dan tidak bermutu, berdampak jangka panjang terhadap pembentukan generasi bangsa yang lebih baik. Apalagi, masih terdapat 40 hingga 44 persen jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi standar kesehatan, tambahnya.

Waspadai Efek Bahya Obat Demam Anak

Melihat anak demam, sejumlah orangtua begitu mudah memberikan satu sendok paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan demi meredam panik. Padahal berdasar studi di Amerika Serikat, menggabungkan kedua obat itu justru akan memperlama penyembuhan dan berisiko terhadap kesehatan anak.

Dalam studi tersebut, sejumlah dokter spesialis anak yang terlibat mengungkap bahwa banyak orangtua memberi anak obat dengan dosis yang salah. Termasuk di dalamnya inisiatif menggabungkan kedua obat tersebut sebagai penurun demam.

obat demam anak

obat demam anak

The American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan sebuah mekanisme tubuh dalam melawan infeksi bakteri atau virus. Memberikan obat dengan dosis yang salah justru akan memperkuat penyakit tersebut.

Sejumlah dokter memang menganjurkan pemberian paracetamol dan ibuprofen dengan dosis yang cukup untuk meminimalisasi efek samping demam pada anak. Namun, menurut aturan pengobatan The National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE), penggunaan obat harus mempertimbangkan tingkat keparahan demam.

Penggunaan kedua obat itu hanya dianjurkan ketika demam anak tidak turun setelah mengonsumsi salah satu dari kedua obat tersebut. Berdasarkan The British National Formulary, dokter tidak boleh memberikan resep lebih dari empat dosis paracetamol untuk periode 24 jam, dan tidak lebih dari empat dosis ibuprofen per hari.

Selama ini, kesalahan populer adalah memberi anak dosis obat untuk orang dewasa. Bukan hanya usia, orangtua juga wajib mempertimbangkan postur tubuh anak. Dosis harus diperkecil dari standar untuk anak dengan postur tubuh lebih kecil, meski usia sama.

Pemberian berlebihan paracetamol dapat mengakibatkan asma. Sedangkan ibuprofen yang berlebihan dapat mengakibatkan radang usus dan pendarahan. Karena itulah, orangtua harus lebih berhati-hati memberi obat pada anak. Jauhkan obat dari jangkauan anak sehingga terhindar dari efek samping pemberian obat yang melebihi dosis.

Bising Lalu Lintas Memicu Stroke dan Serangan Jantung

kebisingan kota

kebisingan kota

Tinggal di kota besar seperti Jakarta, rasanya tidak akan bisa lepas dari kebisingan dan kemacetan lalu lintas. Hati-hatilah terhadap keadaan ini. Penelitian di Denmark menyebutkan seseorang yang terlalu sering terkena paparan kebisingan, risiko terkena stroke akan meningkat, khususnya bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Penelitian untuk menyelidiki hubungan antara kebisingan lalu lintas jalan dan risiko stroke ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Hasilnya menjelaskan bahwa orang yang berusia kurang dari 65 tahun kecil kemungkinan terkena peningkatan risiko stroke setelah kena paparan kebisingan.

Berbeda dengan orang yang berusia 65 tahun ke atas, menurut penelitian itu, risiko-nya akan meningkat sebesar 27 pc untuk setiap 10 dB (decibel) kebisingan lalu lintas, dikutip dari laman Times of India.

Menurut peneliti senior di Institute of Cancer Epidemiology, Cancer Society Denmark di Kopenhagen, yang memimpin penelitian ini, Dr Mette Sorensen, mengatakan, kebisingan lalu lintas menyebabkan tekanan darah meningkat. Tidak hanya meningkatkan stroke, katanya, juga bisa memicu serangan jantung.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi terkena paparan kebisingan lalu lintas. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam European Heart Journal.

Ancaman Penyakit di Balik Ukuran Pinggang

ilustrasi

ilustrasi

Jangan remehkan lingkar pinggang yang terus melebar. Meski bobot tubuh ideal, ukuran pinggang yang melebihi ambang batas normal akan meningkatkan risiko kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes.

Studi Universitas of Alberta menyimpulkan, ukuran lingkar pinggang (WC) merupakan faktor deteksi kuat terkait kesehatan jangka panjang. Deteksi penyakit melalui ukuran pinggang ini bahkan dinilai lebih efektif dibandingkan lewat pengukuran indeks massa tubuh.

“Lingkar pinggang ternyata sangat vital,” ujar Arya Sharma, profesor penelitian obesitas kardiovaskular di University of Alberta, seperti dimuat Indian Express. “Mengukur lingkar pinggang harus menjadi bagian pemeriksaan fisik pasien.”

Mengapa ukuran pinggang menjadi sangat penting bagi kesehatan? WC adalah ukuran multidimensi lemak perut, yang berada tepat di ‘pabrik’ bahan-bahan kimia penyebab penyakit.

Lemak perut berfungsi sebagai organ yang menghasilkan puluhan bahan kimia yang perlahan akan menjadi racun bila diproduksi berlebih. Sekresi patologis akan menyebabkan tekanan darah tinggi, pembekuan darah, stres, stroke, penyakit ginjal, diabetes dan serangan jantung.

Di Amerika Serikat, dokter mengambil gambar MRI untuk mengukur lemak perut secara tepat.  Hal ini untuk membedakan bahwa lingkar pinggang tak selalu sama dengan ukuran celana. Cara mengukur pinggang yang tepat adalah di perut tepat di bawah pusar.

Asosiasi jantung Amerika menyatakan, status kesehatan seseorang dapat diukur melalui ukuran lingkar pinggang. Ukuran lingkar pinggang ambang batas bagi pria Kaukasia 39 inci (99 cm) dan wanita Kaukasia 35 inci (88.9 cm). Seorang pria Asia Selatan dianggap menjadi gemuk jika ukuran lingkar pinggangnya lebih 35 inci (88.9 cm), pria Cina 33 inci (84 cm) dan pria Mediterania 37 inci (94 cm).

Profesor Arya menyarankan setiap pemeriksaan kesehatan, ajukan juga permintaan pengukuran pinggang. Ukuran lingkar pinggang melebihi ambang batas menunjukkan peningkatan risiko terserang penyakit kronis.

Kolesterol Tinggi Tingkatkan Resiko Pikun

ilustrasi

ilustrasi

Kolesterol dan tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor peningkatan risiko penyakit jantung. Tapi, tahukah Anda bahwa dua gangguan kardiovaskuler itu juga meningkatkan risiko kehilangan memori dini dan masalah kognitif lain?

Resiko kardiovaskular pada usia pertengahan berkaitan dengan fungsi kognitif yang rendah,” kata Sara Kaffashian, salah satu anggota tim peneliti dari INSERM, Institut Kesehatan Prancis dan Penelitian Medis di Paris, seperti dikutip dari Aol .

Simpulan penelitian yang akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan ‘American Academy of Neurology’ ke-63 di Honolulu, 9-16 April 2011 itu melibatkan 3.486 pria dan 1.314 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun.

Tim peneliti meminta partisipan menjalani tiga tes kognitif selama periode 10 tahun. Tes mulai dari penalaran, kekuatan memori, hingga kelancaran kosakata. Ini kemudian dianalisis dengan kondisi kardiovaskular berdasar usia, jenis kelamin, kolesterol HDL, total kolesterol, tekanan darah sistolik, riwayat merokok, serta riwayat diabetes.

Hasilnya, mereka yang memiliki skor tes kognitif rendah cenderung memiliki tingkat risiko penyakit jantung 10 persen lebih tinggi.

“Dari sudut pandang pencegahan, ini penting karena orang dapat meningkatkan kesehatan jantung mereka dalam rangka mencegah atau menunda penurunan kognitif atau demensia di kemudian hari,” kata Kaffashian.

Kaffashian mengatakan, penelitian itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengobati faktor risiko gangguan kardiovaskuler.

“Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan rajin olahraga, sejak dini tidak hanya mencegah penyakit stroke dan jantung tapi mempertahankan fungsi kognitif,” katanya. “Bukti klinis dan patologi menunjukkan, mengobati hipertensi mengurangi risiko demensia.”